Panduan Jauhi Penipuan Berbelanja Online Mendekati Akhir Tahun

0 Comments


Mendekati Natal serta Tahun Baru, beberapa situs serta aplikasi berbelanja online terus tawarkan beberapa promosi, walau momen Hari Berbelanja Online (Harbolnas) telah selesai.

Buat Anda yang lebih senang lakukan pembelian barang dengan online, sebaiknya memerhatikan beberapa hal supaya aman waktu bertransaksi non tunai lewat smartphone. Berikut lima panduan serta pendapat dari Tubuh Siber serta Sandi Negara (BSSN) supaya Anda dapat bertransaksi online dengan aman.

1. Bikin PIN Yang Aman

Pilih Personal Identification Number (PIN) atau kata sandi (password) yang berlainan untuk tiap rekening atau account. Baiknya, satu PIN harus terbagi dalam angka, sinyal baca serta huruf untuk keamanan.

Diluar itu, pemakai harus juga lakukan perubahan PIN dengan periodik serta dilarang keras memberi tahu pada orang lain.

2. Cek Status Izin Fintech Lewat Situs Otoritas Layanan Keuangan (OJK)

Anda harus pastikan perusahaan tehnologi finansial (fintech) punya izin dari instansi berkuasa seperti OJK serta Bank Indonesia (BI). Karena, ada banyak fintech yang belum punya izin tetapi telah tersebar luas di warga atau biasa disebutkan fintech ilegal.

Berdasar situs sah OJK, minimal ada 113 fintech yang sudah kantongi izin seperti KoinWorks, Kredivo, serta Asetku.

3. Jangan Asal-asalan Share Data Pribadi

Anda dilarang untuk share data pribadi seperti PIN, kata sandi (password), code OTP (one time password), jati diri KTP, serta nama ibu kandung. Karena, data-data itu sering dipakai untuk amankan service transaksi online.

Baca juga :Mulai Tahun Baru, CS:GO Raup Jumlahnya Rerataan Pemain Yang Paling Tinggi Selama Riwayat

Bila Anda tanpa ada menyengaja memberi data itu, peretas dapat dengan gampang masuk ke account aplikasi online Anda serta menggerus uang yang berada di dalamnya. Diluar itu, jauhi mengirim data pribadi pada pihak yang tidak diketahui di aplikasi pembicaraan digital WhatsApp (WA).

4. Siaga Waktu Mengeklik Tautan

Anda dianjurkan jangan tergesa-gesa untuk buka tautan (link) baik di situs sosial media atau surel (e-mail) karenanya dapat jadi sela lakukan peretasan. Cara ini biasa disebutkan phising.

Untuk mengetahui domain asli atau tipuan, nama domain asli satu alamat situs itu terdapat sebelum domain tersebut. Contoh domain ialah .com, .id. serta .co.id.

Walau demikian, penipu bisa trampil dalam membuat alamat tautan penipuan mereka terlihat seperti alamat situs asli. Sisi yang ditebalkan adalah alamat asli situs itu. Tautan ini coba membodohi pemakai dengan memberikan tambahan wwwamazon.com bukannya alamat asli di www.amazon.com

www.facebook-security-alerts.com
Tautan ini bukan asli situs facebook yang umumnya memakai www.facebook.com/security. Sinyal strip (-) umumnya adalah kesatuan nama tautan. Hingga bila Anda temukan tautan yang seperti dengan situs yang anda mengenal tetapi memakai strip, karena itu hati-hatilah.

Bila diketemukan phising serta kejadian siber yang lain, Anda bisa memberikan laporan ke Service Aduan Siber lewat e-mail bantuan70@bssn.go.id atau polisi bila dibutuhkan.

5. Perbarui Piranti Lubak Hp serta Laptop

Janganlah lupa selalu untuk mengupdate software laptop atau smartphone yang Anda punya untuk tingkatkan keamanan di gawai.

Tags: ,

One thought on “Panduan Jauhi Penipuan Berbelanja Online Mendekati Akhir Tahun”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *